Transportasi merupakan
hal sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Menurut KBBI,
transportasi adalah pengangkutan
barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi. Transportasi berguna untuk memudahkan
semua pekerjaan manusia, misalnya mobilisasi manusia dari suatu tempat ke
tempat lain dan mengirim barang  melalui
ekspedisi. Akhir-akhir ini, muncul satu inovasi transportasi terbaru, yaitu
transportasi online. Transportasi online memiliki dua jenis sarana, yaitu
motor dan mobil.

Dengan adanya transportasi online,
beberapa pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia dapat dikerjakan secara
efektif dan praktis. Tetapi, dengan adanya transportasi online ini tidak heran
menimbulkan pro dan kontra didalam masyarakat sebab terjadi perubahan gejala
sosial. Ada beberapa pertanyaan yang akan  dibahas didalam artikel ini. Bagaimana
pemerintah mengatur tentang keberadaan tentang ojek online itu sendiri? Apa pengaruh adanya transportasi online bagi masyarakat? Apa saja jenis
jasa yang diberikan oleh perusahaan penyedia transportasi online untuk masyarakat? Mengapa seseorang memilih untuk menjadi
pengemudi transportasi online,
padahal banyak pihak yang kontra dengan keberadaannya? Bagaimana tanggapan
seorang pengemudi transportasi online
jika ada pihak yang menentang keberadaan transportasi online itu sendiri?

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dewasa ini, keberadaan transportasi online sangat penting didalam
masyarakat. Untuk mengatur keberadaan transportasi online, pemerintah mengeluarkan peraturan berupa Peraturan
Kementrian Perhubungan. Berdasarkan berita yang ditayangkan di portal berita
Republika.co.id ada 9 poin peraturan Menteri Perhubungan mengenai keberadaan
transportasi online yaitu Permenhub
No 108/20171. Mengapa pemerintah
mengeluarkan peraturan menteri tersebut? Keributan yang sering terjadi dan
dipicu oleh para pengemudi transportasi konvensional beberapa waktu belakangan
terakhir bisa saja menjadi alasan Kementrian Perhubungan mengeluarkan peraturan
tersebut. Pertanyaannya disini adalah, lalu bagaimana dukungan pemerintah
terhadap adanya transportasi online? Sehubungan dengan keberadaan
transportasi online kepala staf
presiden Teten Masuski mengatakan “Presiden Joko Widodo punya alasan mendukung
Go-Jek atau moda transportasi sejenis yang berbasis aplikasi digital lainnya.
Alasan utamanya, kata Teten, belum ada sistem transportasi massal yang baik di
Indonesia”2.

Kemudian,
pengaruh yang ditimbulkan dari adanya transportasi online yaitu banyak pekerjaan yang lebih mudah dilakukan dengan
adanya transportasi online saat ini. Konsekuensinya
adalah tidak semua masyarakat menerima keberadaan transportasi online, misalnya saja para pengemudi
angkot, ojek dan taksi kovensional. Faktanya sering terjadi kekerasan fisik yang dialami oleh
pengemudi transportasi online, belum
lagi kendaraan yang mereka gunakan sebagai sarana mencari nafkah dirusak oleh
oknum pengemudi transportasi konvensional. Transportasi online
disini menyediakan beberapa jenis jasa untuk para penggunanya, misalnya mengantar
barang, membelikan makanan, membeli obat atau keperluan rumah tangga,
membersihkan rumah, memesankan tiket bioskop,dll.

Saya melakukan wawancara dengan seorang pengemudi ojek online agar saya mengetahui pandangan
mereka tentang banyak pihak yang menentang keberadaan mereka. Berdasarkan hasil
wawancara dengan pengemudi ojek online,
yaitu Ahmad Ikhsanul seorang mahasiswa semester 1, Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta. “Saya awalnya menjadi pengemudi hanya mengisi
waktu kosong saya selama liburan setelah Ujian Nasional SMA berlangsung tahun
2017 ini. Sudah hampir 6 bulan saya menjalankan profesi ini, dan hasil yang
didapat lumayan untuk mendapatkan uang saku agar tidak merepotkan orang tua.
Kalau kontra dari masyarakat, saya tidak terlalu mementingkan hal tersebut.
Selama dapat memberi manfaat bagi banyak orang jalani saja”(Personal
communication, 06 Desember 2017).

Sebagai pengguna, saya mendapat banyak keuntungan dari adanya
transportasi online dan mendukung
pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi ini. Tak hanya itu,
negara-negara maju di dunia sudah menjalankan kehidupan sehari-harinya berbasis
online, apa salahnya jika Indonesia
melakukan hal tersebut mengingat Indonesia masih dalam tahap negara berkembang.
“Banyak pihak yang menentang keberadaan transportasi online, sebenarnya kembali lagi pada pribadi orang itu sendiri.
Jika mereka merasa rezekinya diambil oleh pengemudi transportasi online, mereka salah besar karena rezeki
sudah ada yang mengatur asalkan ada usaha dari dalam diri orang
tersebut”(Personal communication, 06 Desember 2017).

Banyak pengemudi trasnportasi kovensional yang menentang
kebedaraan moda transportasi online,
karena mereka menanggap bahwa rezeki mereka direbut oleh para pengemudi
transportasi online. Sebenarnya jika
dihitung dari biaya yang dikeluarkan ketika menggunakan transportasi
konvensional, biaya yang dikeluarkan cenderung lebih banyak. Tarif pasti
per-kilometernya yang ditetapkan oleh pemerintah dan penyedia jasa transportasi
online membuat pengguna transportasi
jenis ini lebih mudah dalam bertransaksi. Apalagi dengan adanya promo-promo
yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia jasa, membuat pengguna menghemat
pengeluaran. Dapat disimpulkan bahwa, sebenarnya transportasi online semakin memudahkan pekerjaan
manusia sehari-hari. Dukungan yang diberikan terhadap moda transportasi ini
juga seharusnya digiatkan lagi karena dapat mengurangi pengangguran. Dan para
pihak yang menentang, terutama pengemudi transportasi konvensional hendaknya
memikirkan perbuatan yang mereka lakukan seperti tidak melakukan kekerasan
fisik dan merusak kendaraan milik pengemudi transportasi online.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out