Meningkatnya
usia harapan hidup penduduk merupakan
salah satu indikator keberhasilan suatu negara salah
satunya Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari jumlah penduduk lansia dari tahun
ke tahun (Rahayu, 2014). Menurut World
Health Organization (WHO) batasan umur lansia adalah 60 tahun ke atas.
Semakin bertambahnya umur seseorang semakin bertambah pula resiko akan
terserang berbagai penyakit  pada lansia
salah satu penyakitnya adalah gangguan pada tekanan darah  (Martono, 2015)

Tekanan darah merupakan
hal yang berperan penting didalam fungsi fisiologis tubuh, kelainan pada tekanan
darah dapat dijumpai pada kasus
hipertensi maupun hipotensi. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan di
pembuluh darah arteri meningkat dan di Indonesia memiliki prevalensi sebesar
26,5% sedangkan hipotensi merupakan keadaan dimana tekanan darah didalam arteri
lebih rendah dari tekanan normalnya (Tulungnen, 2016).

Kemampuan fisiologis
seseorang mengalami penurunan sesuai dengan bertambahnya umur orang tersebut.
Penyakit yang sering dihadapi para lansia dikarenakan penurunan fisiologis
salah
satunya adalah masalah
tekanan darah yaitu hipertensi. Para penderita hipertensi bisa terkena penyakit
yang lain atau yang dapat mengancam nyawa jika hipertensi tersebut tidak dapat
dikendalikan oleh karena itu masih memerlukan perhatian yang khusus. Penyakit
atau komplikasi yang dimaksud seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal, dan
bahkan kematian mendadak (Andreoli, 2011).

            Hipertensi
menurut World Health Organization (WHO) adalah tekanan darah sistolik yang
>140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg. Dari data yang didapat
hipertensi paling banyak terjadi di negara berkembang yang menunjukan 80%
mortalitas terjadi dikarenakan hipertensi. Hipertensi bisa menyerang lanjut
usia ataupun orang dewasa muda, bedanya kebanyakan lansia menderita hipertensi
sistolik, dimana dalam suatu penelitian mengatakan bahwa peningkatan tekanan
diastolik lebih rendah tingkat kematiannya dibandingkan peningkatan tekanan
sistolik  yang angkanya mencapai 2,5 kali
lebih tinggi (Amran, 2010).

Post Author: admin