BAB I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  Latar Belakang

Pendidikan menjadi hal
yang sangat penting di era globalisasi ini. Pendidikan sangat menunjang
pembentukan karakteristik sumber daya manusia yang dihasilkan. Dengan
terselenggaranya pendidikan yang baik tentunya akan menghasilkan generasi yang
baik pula. Kualitas pendidikan sangat menentukan daya saing sumber daya manusia
yang akan memasuki dunia kerja.

Di Indonesia sendiri
kualitas pendidikan dirasa masih sangat kurang. Dapat dilihat dari data yang
menunjukan kualitas pendidikan di Indonesia ada diurutan ke 108 di dunia. Hal
tersebut mempengaruhi sumber daya manusia di Indonesia yang sulit bersaing
dengan negera-negara lain dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Masih banyak
warga Indonesia yang tidak sempat menuntaskan pendidikannya. Tidak sampai 50%
warga Indonesia yang berhasil menuntaskan pendidikan menengah.

Pendidikan sendiri
bertujuan untuk mengoptimalkan minat dan bakat dari setiap individu, agar
setelah lulus dari jenjang pendidikan tersebut setiap individu dapat menentukan
perannya secara tepat di kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu perlu adanya
perubahan kualitas pendidikan di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Agar Indonesia memiliki daya saing yang baik di dunia.

 

1.2  Rumusan Masalah

·        
Apa definisi
dari pendidikan?

·        
Bagaimana kaitan
pendidikan dengan agama islam?

·        
Apa saja yang
menjadi kendala dalam pendidikan di Indonesia?

·        
Apa dampak dari
pemasalahan  pendidikan di Indonesia?

·        
Bagaimana solusi
dalam menuntaskan permasalahan pendidikan di Indonesia?

 

 

 

 

1.3  Tujuan Penulis

Tujuan penulisan
makalah ini yaitu untuk mengetahui keterkaitan agama islam dengan pendidikan
itu sendiri. Dan untuk mengetahui apa saja masalah-masalah mengenai pendidikan
yang ada di Indonesia.

 

1.4  Manfaat Penulisan

Untuk memberikan edukasi
dan penambahan wawasan kepada pembaca agar mengetahui apa saja yang harus
dilakukan untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia dan dapat
memberikan solusi bersama untuk mencapai pendidikan yang lebih berkualitas.

 

1.5  Batasan Masalah

Dalam makalah ini ada batasan-batasan agar
pembahasan lebih terarah dan memiliki acuan yang tepat. Batasan tersebut yaitu
makalah ini membahas perihal

·        
Pendidikan yang
ada di Indonesia

·        
Sudut pandang
Agama Islam

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Definisi

Pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi
pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup
dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya  (Ki Hajar Dewantara, 1962).

Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan. Pendidikan bukan sekedar usaha pemberian informasi dan keterampilan
tetapi diperluas ruang lingkupnya sehingga mencakup usaha mewujudkan kehidupan
pribadi sosial yang memuaskan ( Syah, 1995).

Dalam bahasa Arab pendidikan disebut juga dengan tarbiyah, yaitu proses pengembangan dan
bimbingan jasad, akal dan jiwa yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga
mutarabbi (anak didik) bisa dewasa dan mandiri untuk hidup di tengah
masyarakat. (Tafsir Ath-Thabari)

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan pendidikan
yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses,
cara, perbuatan mendidik.

Pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar
untuk melakukan perubahan dalam pembangunan menuju ke arah yang lebih baik.
Pendidikan dapat didefinisikan sebagai sarana pembentukan karakter individu
oleh pengajar kepada individu yang mendapat pengajaran. Pendidikan bisa
didapatkan secara formal maupun non formal. Pendidikan terselenggara dalam
kehidupan sehari-hari dilingkungan bermasyarakat.

 

 

 

 

 

 

2.2  Pendidikan dalam sudut pandang agama Islam

 

 

?????????? ??????? ????????? ???????? ? ?????
???????? ???????????? ???? ?????? ???? ???????? ???????? ???????? ? ??????
????? ??????? ???????

 

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang
sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum
disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah
kepadaku ilmu pengetahuan”. ( Ta Ha : 114 )

Tafsir Quraish Shihab menjelaskan
ayat tersebut sebagai berikut: Allah berada di atas segala
prasangka, Mahasuci dari sifat serupa dengan makhluk-Nya, Maharaja yang
dibutuhkan oleh para penguasa dan rakyat jelata. Ketuhanan dan keagungan-Nya
mahabenar. Jangan tergesa-gesa, Muhammad, membaca al-Qur’ân sebelum malaikat
menyampaikannya dengan sempurna kepadamu. Katakan, “Ya Tuhan, tambahlah ilmuku
melalui al-Qur’ân dan pemahaman maknanya.”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilarang
Allah menirukan bacaan Jibril dalam kalimat demi kalimat, sebelum Jibril selesai
membacakannya, karena Allah menjamin untuk mengumpulkan Al Qur’an di dalam
dadanya dan membacakannya. Oleh karena tergesa-gesanya Beliau untuk segera
menghapal wahyu itu menunjukkan kecintaan yang sempurna kepada ilmu, maka Allah
memerintahkan kepadanya agar meminta kepada Allah tambahan ilmu, karena ilmu
adalah kebaikan, dan banyaknya kebaikan perlu dicari, dan hal itu berasal dari
Allah. Tentunya, cara untuk memperolehnya adalah dengan bersungguh-sungguh,
rindu kepada ilmu, memintanya kepada Allah, meminta pertolongan-Nya serta butuh
kepadanya di setiap waktu.

Dari ayat ini dapat diambil kesimpulan tentang cara
mencari ilmu, yaitu orang yang mendapat pengajaran sebaiknya bersabar tidak
langsung mencatat sampai pengajar menyelesaikan kata-katanya. Jika telah
selesai, ia boleh bertanya jika ia memiliki pertanyaan dan tidak segera
bertanya dan memotong pembicaraan guru, karena hal itu merupakan sebab
terhalangnya ilmu. Demikian pula orang yang ditanya, sebaiknya meminta
dijabarkan pertanyaan dan mengetahui maksudnya terlebih dahulu sebelum
menjawab, karena hal itu merupakan sebab agar menjawab benar. Oleh karena itu,
setiap kali diturunkan ayat Al Qur’an, maka bertambahlah ilmu Beliau.

 

??????
????????????? ???????? ?????????? ??????????? ???????????

Sesungguhnya Kami menurunkannya
berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.( Yusuf : 2
)

            Tafsir
Quraish Shihab menjelaskan ayat tersebut sebagai berikut : Sesungguhnya
Kami menurunkan kepadamu, Muhammad, sebuah firman berbahasa Arab yang dapat
dibaca dan dihafal oleh bangsa Arab, agar mereka dapat memahaminya dan
menyampaikannya kepada orang lain.

Sehingga kamu dapat mengamalkannya, pemahamanmu bertambah
karena pengulangan makna-maknanya yang tinggi lagi mulia di pikiranmu, sehingga
kamu mau merubah diri dari keadaan yang satu kepada keadaan yang lain yang
lebih baik dan lebih sempurna, dan inilah tarbiyah (pendidikan) yang
sesunguhnya.

?????????? ??????? ????
?????? ??????? ?????????? ????????? ???? ?????????? ?????????? ??????? ????
????? ????? ?????? ????? ???????? ???????????? ??????? ?????????? ?????
???????? ??????? ?????? ??????? ???? ?????????? ?????? ??????? ????????
????????? ????? ????????? ?????????? ?????????? ??????????? ????????? ??????? ????
????????? ?????????????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????
????????? ????? ??????????? ???????????????? ?????? ????????? ?????????? ??????
?????????? ??????? ????? ????????? ????? ????? ???????????? ?????? ???????
???????? ????????? ?????? ????????? ??????????? ??????? ???????? ????? ???????
?????????? ??????????? ????? ????? ???????????? ????????????????? ????????
?????? ?????? ????? ????????? ???????? ??? ???????? ??????? ????? ????????????

Telah bercerita kepada kami ‘Ali
bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah telah
bercerita kepada kami Shalih bin Hayyi Abu Hasan berkata aku mendengar
Asy-Sya’biy berkata telah bercerita kepadaku Abu Burdah bahwa dia mendengar
bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga kelompok
manusia yang akan diberi pahala dua kali. (Yang pertama) seorang laki-laki yang
memiliki seorang budak wanita dimana dia mengajarinya dengan pengajaran yang
baik kemudian mendidik dengan pendidikan yang baik lalu dia membebaskannya
kemudian menikahinya. Maka bagi orang ini mendapat dua pahala. (Yang kedua) mu’min
dari kalangan Ahlul Kitab dimana sebelumnya dia adalah orang yang beriman
kemudian dia beriman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka baginya dua
pahala. Dan (yang ketiga) seorang budak yang menunaikan hak-hak Allah dan juga
setia kepada tuannya”. Kemudian Asy-Sya’biy berkata: “Aku berikan dia kepadamu
tanpa imbalan sedikitpun”. Orang yang diberikannya itu adalah seorang yang
sedang menempuh perjalanan menuju Madinah dalam keadaan sangat lemah.  (HR. Bukhari : 2789)

Islam memandangan pendidikan sebagai kewajiban bagi setiap
penganutnya baik formal maupun non formal. Dapat dilihat bagaimana islam
memperhatikan tata cara dalam pengajaran pendidikan itu sendiri dengan baik. Islam
sangat memperhatikan pendidikan akhlak dan akidah untuk membentuk karakteristik
seseorang agar tetap memiliki acuan pada Al Qur’an. Pemberi pendidikan di islam
sangat di perhatikan dengan balasan mendapatkan pahala yang berlimpah dan
keberkahan. Oleh karena itu pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting
dan perlu dicari untuk merubah keadaan menuju yang lebih baik lagi.

2.3  Pendidikan di Indonesia

Berbicara mengenai pendidikan, negara Indonesia
masih memiliki banyak kendala yang memicu persoalan-persoalan dalam
mengembangkan kualitas pendidikan yang baik. Pemerintah sendiri sudah banyak
mengeluarkan program-program tertentu untuk menunjang kualitas pendidikan yang
baik di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya masih ada hal- hal yang tidak
sesuai. Maka dari itu masih sangat jauh kualitas pendidikan di Indonesia dari
kata bagus.

Kendala pendidikan yang dihadapi di Indonesia
diantaranya rendahnya kualitas tenaga pengajar atau lebih sering kita sebut
guru. Masih banyak guru yang ternyata belum memenuhi kompetensi untuk menjadi
pengajar, baik secara akademis maupun non akademis. Kurangnya sarana fisik
untuk memberikan pendidikan dan mahalnya biaya pendidikan menjadi kendala yang
cukup krusial di negara ini. Sarana fisik sekolah masih banyak yang tidak layak
pakai, ada beberapa sekolah yang masih memeliki atap yang bocor, masih
menggunakan papan tulis kapur, bahkan bangku dan meja yang sudah termakan umur
dan mudah patah. Biaya pendidikan yang mahal membuat beberapa warga yang kurang
mampu tidak dapat menyekolahkan anak mereka, atau melanjutkan jenjang
pendidikan minimal 9 tahun. Masih banyak warga yang putus sekolah disebabkan
oleh masalah finansial. Kendala yang terakhir, di Indonesia sendiri masih
kurangnya pemerataan dalam bidang pendidikan, masih saja yang mendapat
pendidikan layak yaitu warga yang tinggal di daerah perkotaan. Namun, untuk
warga yang tinggal di daerah pelosok mereka masih belum tersentuh oleh
pendidikan yang baik.

Dampak yang dihasilkan dari kendala-kendala tersebut
yaitu kualitas pendidikan di Indonesia yang masih dibawah rata-rata. Tenaga
pendidik yang tidak memenuhi standar kompetensi tentunya akan mengahasilkan
pengajaran yang kurang baik, sehingga hasil dari individu yang mendapat
pengajaran tidak maksimal. Hal ini memicu rendahnya daya saing masyarakat
terdidik saat memasuki dunia kerja. Dalam kurangnya sarana fisik membuat
pengajaran yang dilakukan di sekolah – sekolah tidak maksimal, dengan kendala
tersebut mengurangi minat siswa dalam mendapatkan pendidikan. Biaya yang mahal
menyebabkan banyaknya warga yang putus sekolah, atau bahkan tidak mengenyam
pendidikan sama sekali. Tentunya hal tersebut memicu dampak tingkat
pengangguran yang tinggi di Indonesia dan jumlah kemisikinan yang akan terus
meningkat. Kurangnya pemerataan pendidikan menyebabkan warga yang berada
didaerah pelosok tidak memiliki kemampuan yang layak dalam dunia kerja,
sehingga banyak dari warga tersebut masih bergantung pada adat istiadat.
Menyebabkan terhambatnya peluang kerja yang masuk ke daerah tersebut.

Masalah – masalah pendidikan di Indonesia ini
tentunya dapat diatasi dengan beberapa solusi yaitu meningkatkan kualitas
tenaga pengajar dengan melakukan standarisasi yang baik dan sesuai. Pemberdayaan
guru yang lebih kreatif, solutif, dan inovatif sehingga menghasilkan lulusan
yang mampu berkompetisi dengan baik di era globalisasi ini. Meningkatkan pula
kesejahteraan tenaga pendidik karena jumlah guru di Indonesia masih terhitung
sedikit, dengan meningkatkan kesejahteraan guru tentunya bisa meningkatkan minat
generasi selanjutnya untuk terjun menjadi tenaga pendidik. Meningkatkan
anggaran untuk pendidikan sehingga saran pra sarana pendidikan akan lebih baik
lagi, dan pemerintah bertanggung jawab menanggung pendidikan warganya agar
tidak ada lagi warga yang putus sekolah atau bahkan tidak sekolah sama sekali. Perluasan
pemeretaan pendidikan di Indonesia dengan penetapan kurikulum pendidikan yang
merata di seluruh wilayah dan lebih memfokuskan daerah-daerah yang belum
mendapat pendidikan yang layak.

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN
SARAN

 

3.1  Kesimpulan

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh
tenaga pengajar kepada individu yang mendapat pengajaran untuk membentuk
karakter yang baik, dan berperan besar untuk melakukan perubahan.

Dengan pendidikan yang berkualitas tentunya
diharapkan output yang baik dapat dihasilkan dari tenaga pendidik maupun
individu yang terdidik . Tidak hanya untuk melakukan perubahan ke arah yang
lebih baik, namun mampu membentuk perubahan ke arah yang lebih nyata di kehidupan
bermasyarakat. Sehingga menghasilkan generasi yang kreatif dan inovatif.

Islam pun mengajarkan tentang pentingnya pendidikan
dalam kehidupan kita. Sehingga kita perlu mengembangkan pendidikan tersebut
dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Masalah – masalah pendidikan yang ada di Indonesia
tentunya dengan solusi yang diberikan diharapkan dapat segara terselsaikan dan
dapat menghasilkan sumber daya manusia yang bekredibilitas dalam memenuhi
tuntutan di era globalisasi ini.  

Peningkatan pendidikan berkualitas di Indonesia ini
tentunya selaras dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dalam era Sustainable
Development Goals (SDGs) hingga 2030 berdasarkan arahan dari Forum PBB yang
telah disepakati pada tanggal 2 Agustus 2015. Peningkatan pendidikan bagi
masyarakat Indonesia akan memacu pencapaian terhadap tujuan dan sasaran lainnya
dalam 17 poin SDGs, terutama untuk meningkatkan  pembangunan manusia Indonesia.

 

3.2  Saran

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di Indonesia. Tentunya diperlukan kesadaran dari diri kita
masing-masing tentang betapa pentingnya pendidikan di era yang sudah sangat
maju ini. Dengan kesadaran yang sudah didapat, pada akhirnya kita bisa tergerak
untuk melakukan perubahan-perubahan mulai dari skala yang kecil sampai besar.

Dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
akan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi dan dapat meningkatkan
peluang warga Indonesia untuk bersaing dengan negara maju sekalipun.

 

 

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_ARAB/195204141980021-DUDUNG_RAHMAT_HIDAYAT/HAKIKAT_PENDIDIKAN.pdf

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out